Monday, July 5, 2010

tak perlu malu mengaku tak tahu :)

Ada kecenderungan pada diri manusia untuk ingin menjadi sosok paling tahu. Tahu tentang banyak hal, baik menyangkut ilmu dunia maupun akhirat. Bahkan hal-hal tak penting pun, ada semacam ego untuk ingin menjadi orang pertama yang tahu. Dengan mengetahui sesuatu lebih dulu, manusia merasa dirinya menjadi orang penting. Semua orang akan datang dan merujuk kata-katanya.

Ego manusia seperti ini, nama kerennya adalah ghorizah baqo. Naluri untuk mempertahankan diri dan gengsi apabila ada hal-hal yang tak diketahuinya. Jadilah orang-orang seperti ini menjadi sosok yang sok tahu apabila ia tidak tahu tapi dituntut untuk tahu. Ia akan uring-uringan apabila ada hal yang terlewat sehingga membuatnya tidak tahu. Padahal tidak tahu adalah sebuah kewajaran dalam kehidupan agar manusia tahu kelemahan dirinya bahwa tidak semua hal di dunia ini diketahuinya.

Dari titik inilah, manusia seharusnya merenung bahwa ternyata sangat banyak hal di dunia ini yang masih tidak diketahuinya. Sehingga tak pantas bagi manusia untuk bersikap sok-sokan menjadi orang yang sok tahu. Jujurlah mengatakan tidak tahu bila memang ada hal yang tak diketahuinya. Tak perlu malu, tak perlu takut dan tak perlu gengsi.

Ada kalanya kita lebih baik tidak tahu apabila ketahuan itu hanya akan membawa kita pada sesuatu yang berakibat dosa. Ghibah misalnya. Biarlah kita tidak tahu apa aib apa yang menimpa tetangga daripada tahu tapi kemudian kita menjadi pihak yang ikut menyebarkannya.

Namun ada kalanya ketidaktahuan itu melecut diri untuk semakin rajin menuntut ilmu. Karena sungguh, Allah mencintai orang yang berilmu pengetahuan dan mengangkatnya beberapa derajat daripada orang yang tidak berilmu. Ketidaktahuan ini adalah bekal untuk untuk menyadarkan diri bahwa ternyata sehebat apapun manusia, ternyata ada sisi-sisi ilmu dan kehidupan yang tak diketahuinya. Apabila hal ini disadari dengan sepenuh hati maka akan jauhlah diri dari sifat sombong, merasa benar sendiri, takabur dan riya’ atau pamer.

Bersabarlah menjadi orang yang tidak tahu, karena itu berarti terbuka lahan untuk mencari ilmu. Tak perlu menyalahkan orang lain, tak guna menyesali diri mengapa sampai tidak tahu dan tak membawa manfaat pula ketika hati gundah hanya karena ketidaktahuan ini. Dari sini terbuka ladang pahala untuk menata hati apakah langkah menuntut ilmu itu lillahi Ta’ala karena Allah semata ataukah ada niat lain demi eksistensi saja?

Hanya Allah dan yang bersangkutan saja yang tahu kondisi niat dalam hati. Karena itu sungguh merugi mereka yang amalnya banyak namun seperti debu ditiup angin alias sia-sia ketika ada niat lain yang mengotori. Karena itu luruskan niat dalam memberantas ketidaktahuan ini menjadi tahu yang mencerahkan umat karena niat yang lurus dan ikhlas demi Allah semata. Semoga kita berada di barisan orang-orang seperti ini, insya Allah. Barisan orang yang tak malu mengaku tak tahu tapi kemudian rajin menimba ilmu demi mengharap ridho-Nya saja, bukan karena ingin dipandang manusia. Wallohu ‘alam.

Thursday, July 1, 2010

gratis sepanjang masa


Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.

Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”